Kamis, 16 Maret 2017

Sejarah



Pelabuhan Perikanan Nusantara Tual dibangun sejak tahun 1999 dibawah Departemen Pertanian dan diawali dengan survey  oleh tim konsultan dari Jakarta dibawah pengawasan Dinas Perikanan Provinsi Maluku, dan resmi mulai beroperasi pada tahun 2000..  Luas wilayah daratan Pelabuhan sebelumnya 6,117 Ha  dilengkapi dengan fasilitas dermaga jetty sepanjang 160 m x 6 dengan, gedung kantor administrasi, balai pertemuan, tempat perbaikan jaring, tempat pelelangan ikan, mes karyawan, lampu navigasi, bak penampungan air bersih, tangki timbul BBM, pos dermaga, pos.  Operasional PPN Tual pada awalnya dibawah kendali Pemda Provinsi Maluku dengan menugaskan staf dari dinas perikanan Kabupaten Maluku Tenggara.  Pada awalnya jalan akses masuk ke pelabuhan berada diantara perumahan penduduk namun dalam perkembangannya Kepala Pelabuhan Perikanan pertama membuka jalan akses setapak dari depan pelabuhan dan dilanjutkan pengerasan oleh Pemerintah Daerah saat itu (Kabupaten Maluku Tenggara), Dalam perkembangan PPN Tual masuk dalam wilayah administratif Kota Tual sejak pemekaran wilayah dan pemerintahan dari Kabupaten Maluku Tenggara. Pada era 2000 s.d 2006 PPN Tual dikenal sebagai tempat pangkalan bagi kapal perikanan asing, sehingga produksi pendaratan ikan pada saat itu relatif sangat besar dibandingkan dengan produksi ikan di pelabuhan lain di Indonesia.         
Daya Tarik
Aman dari gelombang karena terlingung oleh Pulau Ubur yang berada disebelah barat, Dekat dengan zona Ekonomi Eksklufif Arafura yang terkenal dengan potensi perikanan jenis Udang dan Ikan Demersal,  Memiliki kedalam dermaga minus 6 s.d 10 meter mampu melayani tambat kapal ukuran >1000GT, tersedia lahan industri siap bangun 10 HA, dekat dengan bandara dan sudah disinggahi 3 perusahaan penerbangan dengan pesawat jenis ATR , dekat dengan pelabuhan umum yang menyediakan fasilitas konteiner, disinggahi kapal TOL LAUT, dekat dengan pusat pemerintahan Kota Tual,  beberapa instansi teknis terkait (Laboratorium PPMHP, PSDKP) berada dalam satu kawasan, jaringan telekomunikasi ke pelabuhan telah tersedia dan lancar. Selain fasilitas tersebut bagi perusahaan perikanan yang bergerak dibidang pemasaran hasil (jual beli ikan) telah tersedia fasilitas Gudang Beku Terintegrasi (Cold Storage) 2 unit (1) capasitas 2 x 100T dengan ABF 2 x 5 T, (2) Cold Storage Capasitas 15 T ABF 3 T, dan Es Flake 1,5 T dilengkapi dengan kendaraan bermotor rada 4 berpendingin (refrigerasi). 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar