Jumat, 07 April 2017

Hari ke-2 Operasional ICS


UJI COBA OPERASIONAL ICS DI PP. TUAL

Hari ini, Jumat 7 April 2017 diharapkan menjadi awal dimulainya kembali kebangkitan operasional Pelabuhan Perikanan Nusantara Tual setelah beberapa tahun yang lalu mengalami stagnan, hal ini ditandai dengan mulai operasionalnya gudang beku (cold storage) yang dibangun Ditjen PDS di kawasan PPN Tual.  Sebagai ujicoba pertama telah masuk produk ikan dari nelayan lokal (Desa Sethean) sebanyak 2.210 kg jenis ikan pelagis (layang) yang langsung dibeli oleh pihak pengelola Koperasi Minanamano Tual yang bergerak dibidang pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.  Dengan operasionalnya ICS oleh Koperasi Minanamano diharapkan hasil tangkapan nelayan lokal dapat ditampung oleh koperasi sehingga akan mendorong nelayan lokal untuk meningkatkan produkstifitas karena sudah ada jaminan tempat pemasaran hasil.  Untuk operasional selanjutnya pihak koperasi juga berencana menjalin kerjasama dengan perusahaan pemilik kapal perikanan dari luar Provinsi Maluku guna menjamin ketersediaan bahan baku dan mengharapkan pula bantuan pemerintah pusat untuk mengalokasikan kapal perikanan yang beroperasi di laut Arafura berhomebase (pangkalan) di Tual serta melengkapi fasilitas pendukung operasional seperti SPBN dan Pabrik Es di Pelabuhan Perikanan Nusantara Tual, sehingga keberlanjutan operasional ICS dapat terjamin.  Selain operasional ICS, informasi yang berkembang dalam waktu dekat akan ada beberapa  kapal perikanan yang akan mendaratkan hasil tangkapan dan berhomebase di PPN Tual dengan demikian diharapkan dapat menjadikan PPN TUAL BANGKIT.

Kamis, 06 April 2017

OPERASIONAL GUDANG BEKU TERINTEGRASI DI PP. TUAL

Dalam rangka memulai operasional Gudang Beku Terintegrasi (ICS) yang bangun melalui dana APBN Direktorat Peningkatan Daya Saing, Kementerian Kelautan dan Perikanan TA. 2016 di Pelabuhan Perikanan Nusantara Tual, maka hari ini Piminan PT. Maju Awanindo Berjaya (MAB) telah meninjau langsung keberadaan gedung ICS hal ini menunjukkan keseriusan pihak perusahaan untuk segera mengoperasionalkan ICS dan diharapkan dalam waktu dekat akan segera menandatangani kontrak kerjasama pemanfaatan ICS dengan Pemerintah Kota Tual (Dinas Perikanan).  Dalam peninjauan lapangan pihak PT. MAB memuji keberadaan ICS yang dianggap cukup mewah dan dilengkapi dengan fasilitas yang memadai seperti palet, coldbox, frizer, pan, timbangan, rak, meja pengolahan ,kran air, AC, serta fasilitas lainnya.  Beliau berharap agar ICS segera operasional untuk membantu nelayan lokal dan kabupaten sekitar Kota Tual dan Maluku Tenggara untuk pemasaran hasil tangkapan sehingga hasil tangkapan para nelayan dapat dijual ke PT. MAB di Pelabuhan Perikanan Nusantara Tual.  Untuk menjamin pasokan bahan baku, pihak PT. MAB melalui perwakilan di daerah akan menjalin kerjasama dengan nelayan lokal disentra sentra nelayan.  Dengan operasionalnya PT. MAB sebagai usaha pengolahan ikan di daerah Tual diharapkan dapat menjadi solusi pemasaran hasil tangkapan bagi nelayan yang selama ini menjadi salah satu permasalahan.